Berikut adalah ciri-ciri sampah anorganik yang dapat diamati secara langsung:
- Tidak mudah membusuk
Tidak mengalami pembusukan seperti sampah organik.
Tidak terurai secara alami dalam waktu singkat.
- Bahan buatan/manufaktur
Umumnya berasal dari bahan buatan manusia, bukan dari makhluk hidup.
Contoh: plastik, logam, kaca, karet sintetis.
- Tahan lama
Bisa bertahan di lingkungan selama puluhan hingga ratusan tahun.
Contoh: botol plastik, kaleng, styrofoam.
- Warna dan bentuk tidak berubah cepat
Tidak berubah warna atau hancur meski lama di luar ruangan.
Contoh: bungkus makanan ringan yang tetap utuh meski dibuang di tanah.
- Sulit terurai oleh mikroorganisme
Mikroba tanah tidak mampu memecah bahan-bahan anorganik dengan mudah.
- Bisa didaur ulang
Banyak jenis sampah anorganik dapat dimanfaatkan kembali.
Contoh: botol kaca, kaleng minuman, kertas bekas.
- Bersifat keras atau kaku
Sering kali memiliki struktur yang keras, tidak lunak seperti sisa makanan.
Contoh: pipa PVC, logam bekas.
