Mengenal Sistem Pemilahan Sampah Berdasarkan Warna

Pemilahan Jenis-jenis Sampah

Pemilahan sampah merupakan langkah awal dalam upaya pengelolaan sampah yang baik. Salah satu cara efektif untuk memudahkan proses pemilahan sampah adalah dengan membuang sampah sesuai dengan warna pada tempat sampah. Meskipun masih banyak tempat atau daerah yang belum menyediakan tempat sampah yang sesuai dengan warna yang disebutkan di bawah ini, namun kita dapat menerapkan sistem ini di rumah untuk mempermudah proses pemilahan sampah.

  1.  Tempat Sampah Warna Hijau: Sampah Organik

Sampah organik adalah sampah yang berasal dari bahan-bahan alami yang mudah membusuk. Contoh sampah organik adalah sisa makanan, daun kering, dan potongan-potongan tanaman. Pada umumnya, sampah organik dapat diolah menjadi kompos melalui proses pengomposan, sehingga dapat digunakan kembali sebagai pupuk untuk tanaman.

Berdasarkan kandungan air di dalamnya, sampah organik dibedakan menjadi 2, yaitu sampah organik basah dan sampah organik kering. Contoh sampah organik basah adalah kulit buah, kulit sayuran, dan sisa makanan. Sedangkan contoh sampah organik kering adalah kayu ranting pohon, dedaunan kering, tulang-belulang, dll.

Berdasarkan sumbernya, sampah organik dibagi menjadi 5 jenis:

a.      Sampah sisa makanan

Merupakan sampah organik yang paling meresahkan. Sampah ini menjadi salah satu penyumbang sampah organik terbesar. Pada tahun 2019, Indonesia disebut sebagai penghasil sampah sisa makanan terbesar nomor 2 di dunia setelah Arab Saudi.

Umumnya banyak ditemukan pada ranah domestik dan industri makanan. Cakupannya meliputi segala jenis makanan dan bahan pangan, mulai dari cangkang telur, bonggol sayuran, kulit buah, tulang ikan dan ayam, makanan sisa, serta material lain yang telah atau tidak lagi dikonsumsi.

b.      Sampah kebun

Sampah ini berasal dari taman atau pekarangan. Biasa dikenal dengan sampah coklat dan dapat diolah menjadi pupuk kompos. Contohnya adalah dedaunan, pepohonan, ranting, dan rerumputan hasil dari pemotongan.

 Sampah agrikultur atau pertanian

Sampah yang berasal dari pertanian yang tidak dipergunakan, seperti batang jagung, sekam padi, dan dedaunan. Sampah ini pun juga dapat diolah menjadi pupuk kompos.

d.      Sampah sisa hewan ternak

Contohnya yaitu seperti kotoran sapi, kambing, kerbau, unggas, dll. Sampah ini dapat diolah menjadi pupuk kandang atau biogas yang dapat dijadikan sebagai bahan bakar.

e.      Sampah bagian tubuh

Contoh sampah yang dimaksud adalah potongan kayu, rambut manusia yang rontok atau dipotong, serta bulu atau kulit dari hewan. Rambut dan kuku dapat diolah menjadi bahan komposter.

Meskipun begitu, bukan berarti kita bebas menaruh semua jenis sampah organik di atas ke dalam tempat sampah yang sama. Khususnya untuk kotoran hewan, ada baiknya dibuat wadah khusus tersendiri, karena hasil olahan yang ada pun berbeda. Begitu juga dengan sampah bagian tubuh.

 2. Tempat Sampah Warna Kuning: Sampah Anorganik

Sampah anorganik atau sampah non organik adalah sampah yang berasal dari material non-hayati dan tidak dapat diproses secara alami. Meskipun begitu sampah ini dapat didaur ulang dan dijadikan produk baru. Contoh sampah non organik adalah sampah plastik, wadah pembungkus makanan, botol, dan styrofoam.

Dari beberapa contoh sampah anorganik yang disebutkan, sampah plastik merupakan sampah dengan volume terbesar lantaran belum terkelola dengan optimal. Tidak hanya merusak lingkungan, sampah plastik juga menyebabkan kematian pada hewan karena hewan tersebut secara tak sengaja mengonsumsi sampah plastik ini.

  3. Tempat Sampah Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

Merupakan sampah yang terdiri dari zat kimia organik, anorganik serta logam berat. Pengelolaan sampah B3 tidak dapat dicampurkan dengan sampah lainnya, karena mengandung zat kimia yang apabila terkontaminasi dapat mencemarkan lingkungan serta berbahaya untuk kelangsungan hidup manusia, hewan, ataupun tumbuhan.

Umumnya sampah B3 berasal dari ranah rumah tangga, industri, atau pertambangan. Contohnya seperti deterjen, pemutih pakaian, pembasmi serangga, batu baterai, oli bekas, sampah medis, dan limbah pabrik.

4.      Tempat Sampah Warna Biru: Sampah Kertas

Penggunaan kertas dominan digunakan pada sektor perkantoran dan instansi pendidikan. Hal ini membuat sampah kertas menjadi salah satu sampah yang banyak dihasilkan. Mengutip dari DLH Banjarmasin, dalam 1 tahun sebuah kantor pemerintah menghabiskan sekitar 500 rim kertas untuk mencetak dokumen, mencatat memo, ataupun amplop surat.

Sayangnya sampah ini tidak terpilah dengan maksimal. Padahal kebutuhan industri akan sampah kertas cukup tinggi. Sehingga dibuatlah wadah khusus untuk sampah kertas ini.  Pemilahan ini bertujuan untuk memudahkan proses daur ulang kertas. Contohnya yaitu karton, potongan kertas, pamflet, bungkus kemasan berbahan kertas, dan buku. Hasil daur ulang dari sampah kertas yaitu kertas putih daur ulang, tisu daur ulang, dll.

5.      Tempat Sampah Warna Abu-abu: Sampah Residu

Mengutip dari Waste4Change sampah residu merupakan sampah yang sulit untuk di daur ulang karena keterbatasan teknologi dan sumber daya alam. Perbedaan inilah yang membuat sampah residu di setiap daerah bisa berbeda-beda.

Tidak hanya dari sisi daerah saja, sampah residu di masa sekarang pun juga ada kemungkinan berbeda dengan sampah residu yang ada di masa depan lantaran perbedaan teknologi ataupun solusi dari pengolahan sampah dari sampah residu yang sudah ditemukan.

Sampah residu tidak selalu merupakan sampah anorganik seperti popok bekas, pembalut bekas, bekas permen karet, pecahan kaca, ataupun sampah plastic multilayer. Namun ada juga material organik yang masuk dalam kategori sampah residu, contohnya seperti kulit duren, kulit nangka, dsb. Tempat sampah untuk sampah residu yaitu warna abu-abu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp